Fotografi adalah seni melukis cahaya, karena termasuk kedalam lingkup seni yang mendorong seseorang bebas mengekspresikan diri namun tentu saja tetap dalam batas kewajaran. Begitu pula kalau kita membahas masalah Wedding Photography ataupun Pre Wedding Photography. Kita pun bebas melakukannya dimana saja, kapan saja, dan dengan pakaian apa saja.
Banyak orang beranggapan kalau setiap sesi pemotretan pre wedding harus tampil luar biasa dan bahkan kadang agak berlebihan. Bagi orang yang berkantong tebal tidak masalah bila menumpuk kostum baru dari berbagai butik di meja kasir, namun untuk orang yang berkantong tidak begitu tebal kadang muncul kekhawatiran karena tidak memiliki wardrobe yang pantas. Nah..apa yang menyebabkan sebuah kotum pantas dan tidak pantas. Jawabannya ada pada diri masing-masing.
Untuk sebuah pre wedding yang berkesan tidak hanya di ukur dari sebuah kostum yang glamor, atau make-up yang keren. Tapi juga di ukur dari berbagai factor seperti lokasi, konsep, waktu yang tepat, jam terbang sang fotografer, dan tentu saja kekreatifitasan sang fotografer didalam mengolah gaya, mengarahkan frame, dan menekan tombol sutter disaat yang tepat.
Prewedding bisa saja dilakukan hanya memakai celana pendek dan baju kaos biasa yang dipakai sehari-sehari. Hanya dengan pakaian seperti itu pun kita bisa melakukan sesi foto yang tidak kalah unik dan menarik seperti mereka yang berdandan super mahal dan super glamour. Yang diperlukan adalah sebuah kreatifitas dan ketepatan sang fotografer dalam memilih moment dan pencahayaan.





