Bali Pre Wedding photography service

Bali is one of unique island. Bali has many interesting place, culture, people, art, food and many more to attract people come and visiting Bali. That’s why we provide one of tourism service in accordance our field of photography.

We provide wedding photography and pre-wedding photography for those who want to get married in Bali and or just traveling and want to catch some great moment in part of their life with their partner. We provide affordable Bali Wedding photography and Bali pre-wedding package for anyone who in love Bali. We have talent and responsibility to catching each great moment with camera and several good lens.

Visualizing love through photography now is a common things done by couples who would get married. Pre-wedding photos is one thing that has become a trend or activity that must be did before the wedding day happen, especially for Indonesian people or Asian. Romantic story and the beauty of nature combined with art photography that we know as pre-wedding outdoor shooting is one of our speciality.

Many of the prospective brides who want to capture their important moments in the form of photos or video in Bali but confused with many options in google/ yahoo/ msn/ aol, etc.

Stop! please do not repeat your search on google pages or other. baliweddingartphotography is your last stop. Entrusted to us, discuss with us, and find your true photographer on your happy day with us.

weddingartphotography.com/wp-content/uploads/2011/06/Bali-Wedding-Pre-Wedding-photography-service-by-baliweddingartphotography.com-3.jpg”>



Apa saja?Bisa!

Fotografi adalah seni melukis cahaya, karena termasuk kedalam lingkup seni yang mendorong seseorang bebas mengekspresikan diri namun tentu saja tetap dalam batas kewajaran. Begitu pula kalau kita membahas masalah Wedding Photography ataupun Pre Wedding Photography. Kita pun bebas melakukannya dimana saja, kapan saja, dan dengan pakaian apa saja.

Banyak orang beranggapan kalau setiap sesi pemotretan pre wedding harus tampil luar biasa dan bahkan kadang agak berlebihan. Bagi orang yang berkantong tebal tidak masalah bila menumpuk kostum baru dari berbagai butik di meja kasir, namun untuk orang yang berkantong tidak begitu tebal kadang muncul kekhawatiran karena tidak memiliki wardrobe yang pantas. Nah..apa yang menyebabkan sebuah kotum pantas dan tidak pantas. Jawabannya ada pada diri masing-masing.

Untuk sebuah pre wedding yang berkesan tidak hanya di ukur dari sebuah kostum yang glamor, atau make-up yang keren. Tapi juga di ukur dari berbagai factor seperti lokasi, konsep, waktu yang tepat, jam terbang sang fotografer, dan tentu saja kekreatifitasan  sang fotografer didalam mengolah gaya, mengarahkan frame, dan menekan tombol sutter disaat yang tepat.

Prewedding bisa saja dilakukan hanya memakai celana pendek dan baju kaos biasa yang dipakai sehari-sehari. Hanya dengan pakaian seperti itu pun kita bisa melakukan sesi foto yang tidak kalah unik dan menarik seperti mereka yang berdandan super mahal dan super glamour. Yang diperlukan adalah sebuah kreatifitas dan ketepatan sang fotografer dalam memilih moment dan pencahayaan.

Sahabat Dari Jerman

Persahabatan adalah hal yang penting buat kita semua. Dengan bertambahnya sahabat akan menambah warna dalam hidup ini. Sahabat juga menjadi tempat berbagi dan pihak yang mengerti akan diri kita. Sahabat juga akan setia mendukung kita kearah positif dan mencegah kita ke langkah negatif.

Pagi itu, ketika iseng online saya menemukan suatu pesan dari sahabat lama. Seorang sahabat dari Jerman tiba-tiba mengirim pesan di account facebook saya. Ia mengabarkan akan berlibur ke Bali bersama sang pacar. Senang rasanya ada orang yang mengingat keberadaan kita meskipun ia dari belahan benua yang bermil-mil jauhnya.

Max namanya, ia adalah pemuda bule yang sempat berkuliah di Universitas yang sama 3 tahun lalu. Melalui sistem beasiswa yang diperolehnya karena memiliki nilai studi yang bagus di Jerman, menggiring ia datang ke Bali untuk mempelajari adat budaya orang Bali.

Dengan bahasa Indonesia yang tidak begitu lancar ia dengan percaya diri membuka pergaulan dengan mahasiswa lain di kampus termasuk saya. Niatnya untuk belajar memang saya acungi jempol. Ia berusaha berbahasa Indonesia setiap hari walau bahasanya masih kocar- kacir. Hebatnya ia bahkan nyeletuk dengan bahasa Bali sesekali. Meskipun amburadul, tapi lebih baik ketimbang saya, karena saya sendiri belum lancar berbahasa inggris apalagi berbahasa Jerman.

Jumat kemarin ia sampai di Bali, tapi baru senin pagi sempat bertemu. Walau cuma berada di Bali 6 bulan dan itu sudah 3 tahun yang lalu, tapi ia berani berkendara sendiri dengan sepeda motor untuk pergi kemana-mana dengan pacarnya. Berbekal peta pariwisata mereka menjelajah pulau yang mungil ini. Itulah orang bule, nekat tapi membuat mereka mandiri dan sukses.

Setelah sempat ngobrol dengan bahasa campuran di hari sebelumnya, kami sepakat untuk berkunjung ke kampung halaman saya di Tabanan. Keran suatu kebetulan saat itu ada upacara yang mungkin menarik untuk mereka saksikan. Dan tentu saja, ia sangat senang sekali melihat proses upacara terutama sang pacar Isabel yang kali pertama berkunjung ke Bali. Meski matahari begitu terik dengan duhu berlipat-lipat dari Negara asalnya mereka antusias meyaksikan upacara Galungan yang disertai pawai Barong keliling kampung. Dengan peluh dan mata sipit karena silau mereka tersenyum girang dan sesekali nyeletuk kepada saya bahwa mereka beruntung bisa turut bersama saya. “bagus arya, menarik sekali!!”, ujar max.

Setelah itu kami berkeliling disekitar kebun keluarga yang menghadap ke perbukitan hijau, masuk ke tengah kebun sayur dan bunga gumitir, memetik buah coklat ( kakao) yang belum pernah mereka lihat apalagi merasakan manisnya biji kakao asli dari pohon. Di sela-sela perjalanan kami pun sempat melakukan sesi pemotretan seadanya sebagai kenang-kengan untuk ia boyong ke Jerman. Wah senangya, meski cukup letih seharian menjadi penterjemah dan penunjuk arah dadakan tapi terbayar kontan dengan kegembiraan Max dan Isabel, sahabat dari Jerman.

Rice Field in tabanan

Rice Field

in the "Gumitir" Flower field

Bali wedding art photography is your option as a partner to catch your memories in Bali.

Bali was famous as a tourist destination. But other than that Bali is now often used as a location for photo sessions. This activity is mostly done because Bali has beautiful nature and friendly people who attractive tourist.

As a Balinese. The crew of Bali wedding art photography are ready to capture every moment and your memories with your lover and family with full loyalty and service. In addition to creating a nuanced works of art photography, Bali wedding photography packages also offer an interesting photo session and affordable without compromising our quality and service.

The crew Bali wedding art photography ready to choose the best location for you to feel the island and culture on the corner of yourweddingartphotography.com/packages.html”> photo sessions. We have dozens of locations that we offer for your best photo session, starting from the natural, typical Balinese architecture mixed with interesting concepts.

Bali Wedding art photography in his journey has obtained several awards in the field of photography both in local and national. Among them are : the first winner of 2008 National  Yamaha Photocontest , First winner of  2009 XL national photo contest, First Winner 4R photo of  Sanur Village Festival 2008, 6th winner of 2009 Heritage Denpasar city photo contes, and many more champions in the various nominations and local and national photo contest.

Each crew of  bali wedding art photography has educational background in art and design. One of the crew was the son of the photographer who has been famous in Bali and out of the country , IB Adnyana and more familiar as Gustra who already across the world of photography from 1979. So that the photography world has been familiar in our lives as a teenager, so indirectly we has been forged on the photography from the biggining. It wasn’t wrong choice if Bali wedding art photography become your option as a partner to catch your memories here in Paradise Island, Bali.